• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
11 dilihat       23 Oktober 2026

Tak Lagi Dibakar, Limbah Jagung Kini Jadi Penyubur Tanah

Lombok Timur, 23/10 – Bonggol jagung yang selama ini dibakar atau dibiarkan menumpuk di ladang kini bisa diubah petani di Kawasan Transmigrasi Selaparang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi arang penyubur tanah bernama biochar.

Supriadi, Ketua Kelompok Tani Cempaka Putih, Desa Seruni Mumbul, mengaku baru paham setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 21 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

"Selama ini limbah tongkol jagung hanya kami bakar begitu saja di ladang atau dibiarkan menumpuk hingga mengganggu lingkungan. Melalui pelatihan dan pengenalan teknologi biochar ini, kami jadi paham limbah tersebut bisa diolah kembali menjadi pembenah tanah yang sangat bermanfaat untuk menjaga kelembaban serta kesuburan tanah pertanian kami," ujar Supriadi, Senin (19/10/2026).

Tantangan serupa dihadapi petani di Desa Akar-Akar, yang lahannya didominasi tanah kering berproduktivitas rendah. Tim dari Universitas Mataram (UNRAM) mengajak kelompok tani Dusun Lembah Pedek belajar mengubah tongkol jagung menjadi biochar lewat sosialisasi dan demonstrasi langsung. Tongkol yang tadinya dianggap sampah pun mulai dipandang sebagai sumber daya.

Hal serupa dilakukan di Gorontalo. Pada November 2024, kegiatan pengabdian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Ulapato B mengajak 40 warga, termasuk ibu-ibu PKK, belajar membuat biochar. Sebanyak 87,5 persen peserta aktif bertanya saat sesi praktik, tanda warga lebih tertarik pada demonstrasi langsung.

Cara Membuat Biochar

Tim UNRAM memakai metode drum kiln yang sederhana, yaitu satu drum bekas berkapasitas 100 liter sebagai reaktor pembakaran (pirolisis).

  1. Siapkan drum bersih di area terbuka. Pisahkan tongkol dari kelobot dan daun, lalu jemur hingga kering.
  2. Nyalakan api awal dari daun kering, sabut kelapa, atau serutan kayu bersama sedikit tongkol di dasar drum.
  3. Setelah api stabil, masukkan sisa tongkol sedikit demi sedikit agar terbakar dari atas ke bawah dengan oksigen terbatas.
  4. Amati asapnya: asap putih tebal di awal akan menipis dan menjernih saat pembakaran hampir selesai.
  5. Ketika tongkol sudah hitam dan api mengecil, siram air secukupnya agar tidak berubah menjadi abu.
  6. Biarkan dingin di dalam drum, lalu hancurkan dan aplikasikan ke lahan sebagai pembenah tanah.

Biochar bukan pupuk, melainkan pembenah tanah. Strukturnya yang berpori bekerja seperti spons dengan membantu tanah menahan air, menahan hara agar tidak mudah tercuci, dan menjadi rumah bagi mikroba tanah. Karbon di dalamnya juga stabil sehingga tersimpan lama di dalam tanah. Kajian yang dirujuk tim UNRAM menyebut biochar dapat menaikkan kemampuan tanah menahan air sekitar 10 sampai 30 persen, hal yang penting bagi lahan kering.

Dikembangkan Jadi Biochar Hybrid

Tim UNRAM juga memperkenalkan biochar hybrid. Biochar dihancurkan dan diayak, lalu dicampur larutan pupuk Phonska yang mengandung nitrogen, fosfor, kalium, dan sulfur di dalam kantong plastik kedap udara. Campuran disegel dan diperam 7 sampai 14 hari di tempat teduh. Berdasarkan penelitian, hasilnya berfungsi sebagai pupuk lepas lambat sehingga hara tidak mudah hilang. Petani menyambutnya antusias karena bisa membuatnya sendiri dari bahan lokal.

Perlu dicatat, kedua kegiatan ini mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga, belum dampaknya pada hasil panen. Tim UNRAM sendiri menyarankan pendampingan saat biochar diaplikasikan di lahan serta analisis tanah sebelum dan sesudah pemakaian.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Jurnalis: Muchammad Fatchur Rizza.

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Wamentan Saleh Ajak ASN Kementan Prioritaskan Ketahanan Pangan
    29 Okt 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Terapkan PM AAS, Poktan Padaidi Sukses Panen di Tengah Cuaca Ekstrem
    23 Okt 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Temu Lapang dan Panen Perdana PM AAS di Pangkep, Dorong Peningkatan Produksi dan Efisiensi Air
    22 Okt 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Wamentan Alim Dukung Percepatan Transformasi Pertanian Modern
    20 Okt 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Budi Daya Jagung Pascapanen dan Pengolahan Sereal Tekno

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved